Kamis, 17 Desember 2009
Sehari bersama Andrew Wongso
Ada 8 sikap kaya mental yang diuraikan dalam seminar ini dalam mencapai kesuksesan seseorang.
1.Yakin
Keyakinan diri adalah kekuatan pendobrak yang luar biasa!Dengan keyakinan diri yang kuat, kita bisa menciptakan prestasi, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
2.Berani
Anda harus berani menentukan target, berani memulai dan melangkah, berani memperjuangkannya hingga sukses
3.Disiplin
Jika anda ingin sukses, tegakkanlah disiplin diri dengankeras! kalu anda tunduk dengan perasaan malas, manja dan bosan, maka pasti nasib anda pun tidak akan berubah.
4.Komitmen
Bagi anda yang memiliki komitmen dan integritas yang tinggi, mereka tidak pernah merasa takut, ragu, atau bimbang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.
5.Ulet
Ulet bukan berarti pasif, sabar,pasrah,apatis dan bertahan! Ulet adalah tekad yang mengandung sikap antusias, gigih, tegar,proaktif,dan pantang menyerah.
6.Sabar
Jika ingin sukses, sikap sabar harus kita miliki. Sabar dalam menghadapi orang yang memusuhi dan meremehkan kita, sabar dalam menghadapi setiap halangan dan tetap berjuang hingga sukses.
7.Tegar
anda harus tetap tegar dalam menghadapi segala problem dan bertahan terhadap apapun hambatan dalam mencapai sukses. kesulitan, hambatan, tantangan, kegagalan adalan suplemen food bagi orang sukses
8.Syukur
Jika setiap hari kita bisa mensyukuri deng tulus anterhadap apa yang telah kita miliki hari ini,niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia.
Paling tidak inilah kiat2 yang diberikan dalam seminar ini dalam mencapai kesuksesan. Motivator ini juga menceritakan bagaimana dulu kehidupannya yang sangat miskin bahkan masa kecilnya tidak lulus SD, tapi dengan memiliki sikapankaya mental yang diwarisi dari ibunya, beliau akhrinya bisa sukses seperti sekarang. Banyak hal bermanfaat yang beliau ceritakan dalam seminar ini yang belum tertuliskan. Semoga kita bisa mewarisi sikap kaya mental diatas.
Kamis, 03 Desember 2009
Sekarang anda Tahu
Dalam beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan konsumsi terhadap kedelai, khususnya di masyarakat Barat. Kedelai pun kian populer, seiring dengan kian meningkatnya isu peran antioksidan dari kedelai, khususnya yang berkaitan dengan manfaat isoflavon. Peran kedelai dalam pencegahan penyakit kronis terus dilanjutkan menjadi prioritas nomor satu bagi para ilmuwan di seluruh dunia.
FDA telah mengonfirmasi bahwa bahan pangan yang mengandung protein kedelai bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Hanya orang dengan alergi kedelai (sekitar 0,5 persen dari populasi penduduk bumi) yang harus menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung protein kedelai. Salah satu produk pangan berbahan baku kedelai yang paling penting adalah tahu.
Jenis-jenis tahu
Di Indonesia, bersama dengan tempe, tahu bisa disebut sebagai makanan bergizi yang merakyat. Bukan lantaran harganya relatif terjangkau oleh hampir semua lapisan masyarakat, tetapi juga karena dari segi cita rasa, tahu bisa diterima oleh hampir semua lidah orang Indonesia.
Tak hanya di Indonesia, tahu juga menjadi produk pangan populer di negara-negara Asia. Tidaklah mengherankan jika tahu pun memiliki sejumlah nama yang pengucapannya disesuaikan dengan bahasa dan lidah masyarakat setempat. Istilah "tahu" tak hanya milik orang Indonesia, tetapi juga bisa ditemukan pada masyarakat Tamil (Srilangka). Sementara itu, orang Cina menyebutnya dengan beberapa nama, selain "doufu", ada juga "toufu (Mandarin), "dauh fuh" (Kanton).
Orang Filipina yang berbahasa Tagalog menyebut tahu dengan nama "tokwa", orang Jepang menyebutnya "tofu" dan "tohu", orang Korea menyebut dengan istilah "dubu" atau "tubu", orang Malaysia menyebutnya "tauhu", dan Thailand dengan "taohu". Istilah bahasa Inggris yang lebih internasional menggunakan "tofu", mengacu istilah dari orang Jepang yang dianggap lebih memopulerkan tahu hingga menyebar ke seluruh dunia.
Sebagai bahan pangan yang populer di kawasan Asia, tahu sudah dikenal sejak 2000 tahun silam. Tahu dikenal juga sebagai kedelai kental (soya curd). Masyarakat menyukai tahu sebagian dari menu makanan bukan saja karena tahu mudah diolah, namun juga cita rasanya mudah disesuaikan dengan keinginan karena tahu murah menyerap penyedap rasa dari berbagai jenis bumbu.
Tahu biasa dijual dalam kemasan yang berisi air atau dalam karton yang suci hama. Tahu segar biasanya dikemas dalam air dan bisa dibekukan dan harus berada dalam air hingga digunakan. Jika air diganti tiap hari, tahu bisa tahan sampai satu pekan. Tahu yang disimpan dalam freezer bisa tahan hingga tiga bulan. Pembekuan memang bisa mengubah tekstur dan akan membuat tahu sedikit chewier.
Tahu memiliki variasi yang luas, baik di negara-negara Asia maupun Barat. Meski demikian, secara umum produk tahu bisa dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni tahu segar (fresh tofu) dan tahu yang sudah diolah/diproses (processed tofu). Tahu segar adalah yang dihasilkan langsung dari susu kedelai, sedangkan tahu olah dihasilkan dari tahu segar.
Bergantung kepada jumlah air yang diekstraksi dari tahu kental, tahu segar bisa dibagi ke dalam tiga jenis. Pertama, soft atau silken tofu. Orang Cina menyebutnya "nen doufu" atau "hua doufu", sedangkan orang Jepang menyebut dengan istilah "kinugoshi tofu". Tahu basah ini mengandung kelengasan/kelembapan paling tinggi dari semua tahu segar. Teksturnya sangat halus seperti puding. Di Jepang dan Korea, tahu jenis ini secara tradisional dibuat dengan menggunakan air laut.
Di Cina, tahu ini dikonsumsi sebagai dessert (cuci mulut), namun kadang dicampur dengan acar atau kuah panas. Karena mustahil diambil dengan jepitan stik, umumnya orang mengonsumsi tahu ini menggunakan sendok, sementara di Jepang ada yang disebut dengan "edamame tofu" yakni satu jenis dari kinugoshi tofu yang terbuat dari edamame atau kacang kedelai hijau segar dengan ciri khas warna yang hijau pucat.
Kedua, Asian firm tofu atau yang biasa disebut dengan "doufu" di Cina dan "memendofu" (artinya tahu kapas) di Jepang. Meski dikeringkan dan ditekan, tahu segar yang satu ini masih mengandung sejumlah kadar air yang besar. Bentuknya seperti daging mentah, namun memantul kembali jika ditekan. Tekstur bagian dalamnya seperti puding, sedangkan kulitnya seperti kain yang bersifat sedikit lebih lenting (kenyal) dan tahan dari kerusakan. Relatif mudah dicomot dengan stik makan.
Tahu jenis ini juga relatif mudah untuk digoreng hingga kering, dipanggang, diasap, dibakar, diawetkan, dibuat barbeque, atau disajikan sebagai sup. Dibandingkan dengan jenis tahu lainnya, kandungan proteinnya, lemak, dan kalsium (Ca) tahun jenis ini merupakan yang paling tinggi. Orang Indonesia terbiasa mengonsumsi jenis tahu yang satu ini.
Ketiga, Western firm atau dried tofu. Ini merupakan jenis lain dari tahu dengan kadar airnya paling rendah di antara semua tahu segar. Bentuknya seperti daging matang dan terasa kenyal. Ketika diiris tipis, tahu gampang terkelupas.
Kelebihan tahu
Sebagian orang memang masih meremehkan tahu dengan menempatkannya lebih imperior dibandingkan dengan daging. Padahal, dilihat dari berbagai aspek, tahu justru memiliki banyak kelebihan dan manfaat yang tidak dimiliki bahan pangan lain.
Pertama, kaya nutrisi. Tahu mengandung protein dan vitamin B berkualitas tinggi. Oleh karena itu, tahu sering dijadikan sebagai bahan pengganti daging dalam banyak resep kaum vegetarian. Bertolak belakang dengan susu kedelai, tahu mengandung banyak kalsium yang dihasilkan dari koagulan (penggumpal). Ketika tahu dibuat, protein kedelai berikatan dengan kalsium, menjadikan tahu sebagai bahan sumber kalsium. Kalsium dalam tahu berperan penting dalam pencegahan osteoporosis.
Kedua, mudah dicerna. Satu manfaat dari tahu adalah bahannya sangat mudah dicerna oleh tubuh karena serat kedelai yang tidak rusak selama proses pembuatan.
Ketiga, mengurangi kolesterol. Seperti halnya banyak pangan dari kedelai, tahu mengurangi penyakit hati dengan cara menurunkan tingkat kolesterol "jahat" LDL dan menghasilkan, serta memelihara kolesterol "baik" HDL.
Keempat, kaya akan isoflavon. Ketika pembuatan tahu, isoflavon kedelai (terdiri dari genistein dan daidzein), menyisakan ikatan protein kedelai. Tahu jenis firm tofu mengandung sekitar 35 mg isoflavon per 100 gramnya. Isoflavon akan mereduksi risiko osteoporosis, satu jenis penyakit yang berkaitan dengan kurang padatnya tulang dan tulang yang rapuh. Isoflavin juga akan menurunkan risiko kanker paru dan prostat, serta mengurangi gejala menopause, termasuk menciptakan suasana hati yang baik dan mendorong semangat.
Kelima, tahu mengandung kalori yang rendah dan sejumlah zat besi yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan anak-anak.
Dengan berbagai kelebihan dan manfaat yang dimiliki tahu, tak ada alasan kita malu mengonsumsi tahu setiap hari. Masalahnya mungkin bukan persoalan mau tidaknya kita makan tahu, tetapi seberapa besar kemampuan ketersediaan kedelai dalam negeri agar kontinuitas produksi tahu bisa terjaga? Inilah yang seharusnya jadi pemikiran seluruh komponen bangsa.***
Syarifah, S.P.
Alumnus Fakultas Pertanian Unpad.
FDA telah mengonfirmasi bahwa bahan pangan yang mengandung protein kedelai bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Hanya orang dengan alergi kedelai (sekitar 0,5 persen dari populasi penduduk bumi) yang harus menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung protein kedelai. Salah satu produk pangan berbahan baku kedelai yang paling penting adalah tahu.
Jenis-jenis tahu
Di Indonesia, bersama dengan tempe, tahu bisa disebut sebagai makanan bergizi yang merakyat. Bukan lantaran harganya relatif terjangkau oleh hampir semua lapisan masyarakat, tetapi juga karena dari segi cita rasa, tahu bisa diterima oleh hampir semua lidah orang Indonesia.
Tak hanya di Indonesia, tahu juga menjadi produk pangan populer di negara-negara Asia. Tidaklah mengherankan jika tahu pun memiliki sejumlah nama yang pengucapannya disesuaikan dengan bahasa dan lidah masyarakat setempat. Istilah "tahu" tak hanya milik orang Indonesia, tetapi juga bisa ditemukan pada masyarakat Tamil (Srilangka). Sementara itu, orang Cina menyebutnya dengan beberapa nama, selain "doufu", ada juga "toufu (Mandarin), "dauh fuh" (Kanton).
Orang Filipina yang berbahasa Tagalog menyebut tahu dengan nama "tokwa", orang Jepang menyebutnya "tofu" dan "tohu", orang Korea menyebut dengan istilah "dubu" atau "tubu", orang Malaysia menyebutnya "tauhu", dan Thailand dengan "taohu". Istilah bahasa Inggris yang lebih internasional menggunakan "tofu", mengacu istilah dari orang Jepang yang dianggap lebih memopulerkan tahu hingga menyebar ke seluruh dunia.
Sebagai bahan pangan yang populer di kawasan Asia, tahu sudah dikenal sejak 2000 tahun silam. Tahu dikenal juga sebagai kedelai kental (soya curd). Masyarakat menyukai tahu sebagian dari menu makanan bukan saja karena tahu mudah diolah, namun juga cita rasanya mudah disesuaikan dengan keinginan karena tahu murah menyerap penyedap rasa dari berbagai jenis bumbu.
Tahu biasa dijual dalam kemasan yang berisi air atau dalam karton yang suci hama. Tahu segar biasanya dikemas dalam air dan bisa dibekukan dan harus berada dalam air hingga digunakan. Jika air diganti tiap hari, tahu bisa tahan sampai satu pekan. Tahu yang disimpan dalam freezer bisa tahan hingga tiga bulan. Pembekuan memang bisa mengubah tekstur dan akan membuat tahu sedikit chewier.
Tahu memiliki variasi yang luas, baik di negara-negara Asia maupun Barat. Meski demikian, secara umum produk tahu bisa dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni tahu segar (fresh tofu) dan tahu yang sudah diolah/diproses (processed tofu). Tahu segar adalah yang dihasilkan langsung dari susu kedelai, sedangkan tahu olah dihasilkan dari tahu segar.
Bergantung kepada jumlah air yang diekstraksi dari tahu kental, tahu segar bisa dibagi ke dalam tiga jenis. Pertama, soft atau silken tofu. Orang Cina menyebutnya "nen doufu" atau "hua doufu", sedangkan orang Jepang menyebut dengan istilah "kinugoshi tofu". Tahu basah ini mengandung kelengasan/kelembapan paling tinggi dari semua tahu segar. Teksturnya sangat halus seperti puding. Di Jepang dan Korea, tahu jenis ini secara tradisional dibuat dengan menggunakan air laut.
Di Cina, tahu ini dikonsumsi sebagai dessert (cuci mulut), namun kadang dicampur dengan acar atau kuah panas. Karena mustahil diambil dengan jepitan stik, umumnya orang mengonsumsi tahu ini menggunakan sendok, sementara di Jepang ada yang disebut dengan "edamame tofu" yakni satu jenis dari kinugoshi tofu yang terbuat dari edamame atau kacang kedelai hijau segar dengan ciri khas warna yang hijau pucat.
Kedua, Asian firm tofu atau yang biasa disebut dengan "doufu" di Cina dan "memendofu" (artinya tahu kapas) di Jepang. Meski dikeringkan dan ditekan, tahu segar yang satu ini masih mengandung sejumlah kadar air yang besar. Bentuknya seperti daging mentah, namun memantul kembali jika ditekan. Tekstur bagian dalamnya seperti puding, sedangkan kulitnya seperti kain yang bersifat sedikit lebih lenting (kenyal) dan tahan dari kerusakan. Relatif mudah dicomot dengan stik makan.
Tahu jenis ini juga relatif mudah untuk digoreng hingga kering, dipanggang, diasap, dibakar, diawetkan, dibuat barbeque, atau disajikan sebagai sup. Dibandingkan dengan jenis tahu lainnya, kandungan proteinnya, lemak, dan kalsium (Ca) tahun jenis ini merupakan yang paling tinggi. Orang Indonesia terbiasa mengonsumsi jenis tahu yang satu ini.
Ketiga, Western firm atau dried tofu. Ini merupakan jenis lain dari tahu dengan kadar airnya paling rendah di antara semua tahu segar. Bentuknya seperti daging matang dan terasa kenyal. Ketika diiris tipis, tahu gampang terkelupas.
Kelebihan tahu
Sebagian orang memang masih meremehkan tahu dengan menempatkannya lebih imperior dibandingkan dengan daging. Padahal, dilihat dari berbagai aspek, tahu justru memiliki banyak kelebihan dan manfaat yang tidak dimiliki bahan pangan lain.
Pertama, kaya nutrisi. Tahu mengandung protein dan vitamin B berkualitas tinggi. Oleh karena itu, tahu sering dijadikan sebagai bahan pengganti daging dalam banyak resep kaum vegetarian. Bertolak belakang dengan susu kedelai, tahu mengandung banyak kalsium yang dihasilkan dari koagulan (penggumpal). Ketika tahu dibuat, protein kedelai berikatan dengan kalsium, menjadikan tahu sebagai bahan sumber kalsium. Kalsium dalam tahu berperan penting dalam pencegahan osteoporosis.
Kedua, mudah dicerna. Satu manfaat dari tahu adalah bahannya sangat mudah dicerna oleh tubuh karena serat kedelai yang tidak rusak selama proses pembuatan.
Ketiga, mengurangi kolesterol. Seperti halnya banyak pangan dari kedelai, tahu mengurangi penyakit hati dengan cara menurunkan tingkat kolesterol "jahat" LDL dan menghasilkan, serta memelihara kolesterol "baik" HDL.
Keempat, kaya akan isoflavon. Ketika pembuatan tahu, isoflavon kedelai (terdiri dari genistein dan daidzein), menyisakan ikatan protein kedelai. Tahu jenis firm tofu mengandung sekitar 35 mg isoflavon per 100 gramnya. Isoflavon akan mereduksi risiko osteoporosis, satu jenis penyakit yang berkaitan dengan kurang padatnya tulang dan tulang yang rapuh. Isoflavin juga akan menurunkan risiko kanker paru dan prostat, serta mengurangi gejala menopause, termasuk menciptakan suasana hati yang baik dan mendorong semangat.
Kelima, tahu mengandung kalori yang rendah dan sejumlah zat besi yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan anak-anak.
Dengan berbagai kelebihan dan manfaat yang dimiliki tahu, tak ada alasan kita malu mengonsumsi tahu setiap hari. Masalahnya mungkin bukan persoalan mau tidaknya kita makan tahu, tetapi seberapa besar kemampuan ketersediaan kedelai dalam negeri agar kontinuitas produksi tahu bisa terjaga? Inilah yang seharusnya jadi pemikiran seluruh komponen bangsa.***
Syarifah, S.P.
Alumnus Fakultas Pertanian Unpad.
Manfaat Tahu
Tahu adalah makanan yang berasal dari negeri China. Penganan ini dikenal dengan beragam nama di Asia. Ada yang menyebutnya tofu, orang Cina sendiri menamainya doufu. Orang Indonesia serta Malaysia dan Thailand lebih suka menyebutnya sebagai tahu.
Di Indonesia tahu sendiri ada beragam jenis. Mulai dari tahu cina yang putih dan lembut sampai tahu sumedang yang kuning kecokelatan dan kosong melompong di bagian dalamnya. Jangan lupa juga dengan tahu bandung yang berwarna kuning dan asin sekali.
Tofu alias tahu memang lezat disantap, mulai dari digoreng biasa hingga diolah menjadi sayur. Belakangan tahu sempat dijauhi masyarakat Indonesia akibat isu formalin sebagai bahan pengawetnya. Tidak semua tahu diproses dengan bahan berbahaya tersebut, terbukti masih ada saja tahu yang dibuat secara alami.
Di balik kelezatannya, ternyata tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
“Orang yang ingin menurunkan kolesterol sebaiknya mencoba mengonsumsi tahu atau oatmeal,” ungkap David Jenkins dari University of Toronto seperti yang dikutip AP belum lama ini. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition edisi teranyar ini dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap kolesterol tinggi.
Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Sebuah studi lawas sempat dilakukan oleh Anna H. Wu dan rekan-rekannya di University of Southern California, AS. Mereka melakukan studi terhadap 144 perempuan sehat keturunan China di Singapura.
Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.
Para wanita keturunan China di Singapura rata-rata mengonsumsi tofu -dari yang biasa sampai yang digoreng, dari yang dicampur sirop maupun yang berbentuk minuman ringan- sampai 157 gram setiap harinya.
Rahasia khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung hormon estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat proses penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalamtahu melainkan juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu kedelai, kecap, dan sejenisnya.
Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur.
Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen.
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=29683
Di Indonesia tahu sendiri ada beragam jenis. Mulai dari tahu cina yang putih dan lembut sampai tahu sumedang yang kuning kecokelatan dan kosong melompong di bagian dalamnya. Jangan lupa juga dengan tahu bandung yang berwarna kuning dan asin sekali.
Tofu alias tahu memang lezat disantap, mulai dari digoreng biasa hingga diolah menjadi sayur. Belakangan tahu sempat dijauhi masyarakat Indonesia akibat isu formalin sebagai bahan pengawetnya. Tidak semua tahu diproses dengan bahan berbahaya tersebut, terbukti masih ada saja tahu yang dibuat secara alami.
Di balik kelezatannya, ternyata tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
“Orang yang ingin menurunkan kolesterol sebaiknya mencoba mengonsumsi tahu atau oatmeal,” ungkap David Jenkins dari University of Toronto seperti yang dikutip AP belum lama ini. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition edisi teranyar ini dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap kolesterol tinggi.
Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Sebuah studi lawas sempat dilakukan oleh Anna H. Wu dan rekan-rekannya di University of Southern California, AS. Mereka melakukan studi terhadap 144 perempuan sehat keturunan China di Singapura.
Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.
Para wanita keturunan China di Singapura rata-rata mengonsumsi tofu -dari yang biasa sampai yang digoreng, dari yang dicampur sirop maupun yang berbentuk minuman ringan- sampai 157 gram setiap harinya.
Rahasia khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung hormon estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat proses penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalamtahu melainkan juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu kedelai, kecap, dan sejenisnya.
Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur.
Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen.
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=29683
Sejarah TahuSejarah Tahu
Tahu atau tofu berasal dari daratan Cina. 164 SM, tahu ditemukan oleh Lord Liu An dari Huai-nan. Liu An adalah ilmuwan dan philosopher, penguasa dan ahli politik. Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Kemungkinan besar Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air lant dan menjadi kental seperti tahu saat ini.
Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk :
Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah.
Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama.
Teori kedua mengusulkan bahwa, karena tidak menternakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat Cina tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum. Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah Cina selatan atau dari Monggolia bagian Utara Cina. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju. Teori teknologi import dari negara tetangga di anggap masuk akal karena Cina sangat mengemari delicacy yang beraroma ringan seperti "shark pin", sarang burung walet, dan teripang yang juga di import dari negara lain.
Kata tofu atau tahu muncul pertama kali dalam sejarah Cina sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di Cina dari tahun 500 sampai 528 telah mendirikan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. Untuk memperdalam penyertaan mengenai cara-cara atau jalan Budha. Budi dharma kemudian mengagungkan dan merefleksikan tahu sebagai sumber dari sesuatu yang sederhana, sifat jujur, jalan alam pintas, dan mencerminkan warna sebagai jubah yang putih dan agung. Prasasti tertua yang menyebut tofu adalah Saiinoku, yang ditulis sewaktu Dynasti Sung (960 - 1127), lebih dari 1000 tahun setelah penemu tahu itu sendiri.
Banyak buku kuno atau prasasti pada jaman itu menunjukan karya yang ditulis sekitar 60 sampai 100 BC, yang berisi ceritera Lord Liu An dan Tofu jaman itu.
Di buku-buku yang diterbitkan di jaman Dynasti Sung, terdapat deskripsi atau uraian yang menunjang bahwa tahu sering disajikan bagi santapan Raja-raja di jaman itu.
Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali dibawa dari daratan Cina oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan Cina.
Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu.Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha.
Di Jepang khususnya di jaman Kamakura (1185 - 1333) terjadilah gerakan besar-besaran untuk mempopulerkan tahu diantara penganut agama Budha bagi masyarakat Jepang. Dari Kamakura berkembang merambat ke Kyoto dan dari Kyoto menyebar ke seluruh negeri Jepang.
Karena masyarakat Jepang mengikuti kehidupan para pemeluk agama Budha, yaitu menghindarkan diri dari konsumsi daging "dari ternak yang berkaki empat", maka kehadiran tahu tentu saja di sambut dengan gembira sebagai sumber makanan kaya protein dan gizi yang murah dan lezat rasanya.
Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang produksi tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (dried frozen tofu), age, grilled tofu dan nigari kinugoshi.
Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi semakin lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman.
Namun demikian tahu yang di produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok.
Ketika seorang Zen Master Cina, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tofu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di Cina saat ia meninggalkan Cina.
Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini.
1. Mame de
2. Shikaku de
3. Yawazaka de
Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut:
1. Dibuat dari kedelai atau berbuatlah sesuatu yang lurus
2. Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur.
3. Lembut atau dan memiliki hati yang baik
Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk :
Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah.
Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama.
Teori kedua mengusulkan bahwa, karena tidak menternakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat Cina tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum. Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah Cina selatan atau dari Monggolia bagian Utara Cina. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju. Teori teknologi import dari negara tetangga di anggap masuk akal karena Cina sangat mengemari delicacy yang beraroma ringan seperti "shark pin", sarang burung walet, dan teripang yang juga di import dari negara lain.
Kata tofu atau tahu muncul pertama kali dalam sejarah Cina sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di Cina dari tahun 500 sampai 528 telah mendirikan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. Untuk memperdalam penyertaan mengenai cara-cara atau jalan Budha. Budi dharma kemudian mengagungkan dan merefleksikan tahu sebagai sumber dari sesuatu yang sederhana, sifat jujur, jalan alam pintas, dan mencerminkan warna sebagai jubah yang putih dan agung. Prasasti tertua yang menyebut tofu adalah Saiinoku, yang ditulis sewaktu Dynasti Sung (960 - 1127), lebih dari 1000 tahun setelah penemu tahu itu sendiri.
Banyak buku kuno atau prasasti pada jaman itu menunjukan karya yang ditulis sekitar 60 sampai 100 BC, yang berisi ceritera Lord Liu An dan Tofu jaman itu.
Di buku-buku yang diterbitkan di jaman Dynasti Sung, terdapat deskripsi atau uraian yang menunjang bahwa tahu sering disajikan bagi santapan Raja-raja di jaman itu.
Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali dibawa dari daratan Cina oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan Cina.
Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu.Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha.
Di Jepang khususnya di jaman Kamakura (1185 - 1333) terjadilah gerakan besar-besaran untuk mempopulerkan tahu diantara penganut agama Budha bagi masyarakat Jepang. Dari Kamakura berkembang merambat ke Kyoto dan dari Kyoto menyebar ke seluruh negeri Jepang.
Karena masyarakat Jepang mengikuti kehidupan para pemeluk agama Budha, yaitu menghindarkan diri dari konsumsi daging "dari ternak yang berkaki empat", maka kehadiran tahu tentu saja di sambut dengan gembira sebagai sumber makanan kaya protein dan gizi yang murah dan lezat rasanya.
Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang produksi tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (dried frozen tofu), age, grilled tofu dan nigari kinugoshi.
Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi semakin lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman.
Namun demikian tahu yang di produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok.
Ketika seorang Zen Master Cina, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tofu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di Cina saat ia meninggalkan Cina.
Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini.
1. Mame de
2. Shikaku de
3. Yawazaka de
Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut:
1. Dibuat dari kedelai atau berbuatlah sesuatu yang lurus
2. Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur.
3. Lembut atau dan memiliki hati yang baik
Langganan:
Komentar (Atom)



