Senin, 23 Maret 2009

SIMULASI ANTRIAN STASIUN PRODUKSI DI INDUSTRI TAHU RDS DENGAN APLIKASI KOMPUTER

ABSTRAK

Untuk menghasilkan produk berkualitas pada sebuah industri perlu adanya penelitian dibidang riset operasi. Banyak hal yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas. Untuk menghasilkan tahu yang berkualitas di industri tahu RDS diperlukan sebuah riset operasi pada sistem produksi. Sistem produksi dapat disimulasikan dengan pendekatan kedatangan dan kepergian. Pendekatan simulasi akan muncul antrian bila laju kedatangan lebih besar dari laju kepergian. Simulasi merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mengevalusi sistem produksi.
Pada industri tahu RDS terdapat beberapa stasiun produksi. Pada stasiun produksi tertentu sering terjadi ketidakseimbangan antara barang yang masuk dan yang keluar, dari ketidakseimbangan ini terjadilah antrian. Antrian pada sebuah stasiun produksi dapat mengakibatkan terjadinya antrian pada stasiun produksi lain, walaupun pada stasiun tertentu diijinkan sebanyak n barang yang antri. Bila terjadi antrian yang sangat panjang maka tahu yang dihasilkan kurang baik, tekstur kasar, mudah hancur, rusak dan tidak mengembang ketika digoreng. Simulasi antrian ini mempunyai sebuah keunikan yaitu waktu kedatangan barang yang dikendalikan oleh sistem. Dalam skripsi ini dibahas tentang simulasi antrian stasiun produksi tahu untuk mendapatkan model, struktur dan hasil simulasi optimal pada stasiun produksi di industri tahu RDS.

Minggu, 22 Maret 2009

Entrepreneur Award 2005 dan Testimoni Wirausahawan Muda 19 Mei 2005

Bekerja sama dengan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia serta perusahaan surat kabar terkemuka dan sebuah perusahaan konsultan, BEM Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menyelenggarakan ajang pemilihan wirausahawan muda �Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005�.
Setelah berhasil memilih 8 finalis hasil seleksi dari 60 pelamar melalui babak 18 besar, diadakan pameran bersama di lantai dasar Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Kamis (19/5).
Para finalis memamerkan produk yang dihasilkan seperti Bengkel Jeans yang didirikan Priyo Ariebowo, Destarcons yang memberikan jasa konsultasi arsitektur, jasa antar bahan pangan UD Amanah Jaya yang digeluti oleh mahasiswa sastra UM, Rudianto. Mahasiswa MIPA Unibraw Rudik Setiawan yang membuka usaha industri tahu 'RDS', lembaga keterampilan, dan persewaan buku. Selain pameran juga diadakan testimoni sukses tiga orang kaum muda yang berhasil membangun wirausahanya. Mereka adalah Direktur pemasaran Jawa Pos Drs. Surya Aka, dan pemenang ketiga Dji Sam Soe UKM Award 2004 Jumaro Joko Pratomo.
Dalam testimoninya Jumaro Joko Pratomo pendiri usaha kerajinan seperti meja dari bahan akar kopi, tempat lampu dari daun jati, kentongan bambu, hiasan bebek yang memanfaatkan kayu-kayu buangan atau limbah menyatakan bahwa usaha yang diberi nama GALERI 76 ini didirikan bukan hanya untuk bisnis atau mendapatkan keuntungan semata, namun lebih kepada kepuasan batiniah. Produk kerajinannya telah mampu menem-bus ekspor seperti Amerika Serikat, Italia, Perancis, Jepang dan Belanda dengan memberdayakan para mantan narapidana dan anak jalanan sebagai pengrajin.
Sementara itu Surya Aka menyampaikan tujuh syarat untuk meraih sukses. Direktur penerbitan di Jawa Pos Grup ini mengatakan bahwa memiliki motivasi yang kuat untuk maju dan mau bekerja keras, menguasai teknik utama dalam proses produksi, membagi ilmu yang dimiliki ke orang lain, membiasakan diri untuk memberi contoh, loyalitas, bersih, jujur, dan yang terpenting menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan adalah kunci keberhasilan. [nik]

wellcome

SELAMAT DATANG DI MEDIA AGRIBISNIS

"INDUSTRI TAHU RDS"

Membuat Anda jadi lebih tahu

selamat bergabung bersama kami.

Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005 27 Mei 2005

Untuk kali pertama di Malang Raya, bahkan di tanah air, ratusan mahasiswa yang menjadi pengusaha mengikuti kompetisi Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005. Kompetisi ini merupakan kerja sama Dji Sam Soe, Radar Malang, dan BEM Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Sebagai puncaknya, Jumat malam (27/5) di Hotel Gajahmada Graha digelar Malam Penganugerahan Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005. Sembilan pengusaha muda menjadi finalis setelah melalui proses seleksi dan uji ketat. Tiga di antaranya terpilih sebagai juara.
Juara I, Rudianto (mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang) pengelola UD Amanah Jaya, Juara II Rudik Setiawan (mahasiswa Matematika FMIPA Unibraw), pemilik usaha Tahu RDS Al-Barokah, dan Juara III Nizar Luthfiansyah (mahasiswa Teknik Sipil FT Unibraw), pengelola Karisma Computer. Selain mendapat bingkisan, Juara I menerima uang tunai Rp 4 juta, Juara II menerima Rp 3 juta, dan Juara III menerima Rp 2 juta.
Selain menobatkan 3 entrepreneur muda, acara tersebut juga memilih 2 finalis favorit para undangan. Keduanya, adalah Heri Susanto (mahasiswa Teknik Mesin Universitas Widyagama), pengusaha Bengkel Jeans, dan Yudha Adhadiyan (mahasiswa Teknik Elektro Unibraw), dari CV Simtech Info. [lia] RADAR Malang, Sabtu 28 Mei 2005

MELIHAT MAHASISWA KREATIF DI AJANG DJI SAM SOE YOUNG ENTREPRENEUR AWARD 2005 @ 9 May 2005 10:44 AM

Aula D-3 Sekretaris Unibraw Minggu pukul 09.00. Sejak pagi hingga siang, delapan belas mahasiswa bersama suporternya masing-masing tampak memenuhi ruangan. Ada yang sibuk menyiapkan bahan presentasi. Ada juga yang membawa sampel produk buatan mereka. Mulai dari tahu mentah dan goreng, desain grafis, sampai kaos dan celana jeans. Mereka pun tampak percaya diri dan mantap menjadi mahasiswa mandiri. Itulah suasana audisi 18 besar peserta Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005 hasil kerja bareng Dji Sam Soe, Radar Malang, dan BEM FIA Unibraw kemarin. Setelah melalui tahapan-tahapan verifikasi, dari 60-an peserta yang lolos administrasi, ke-18 peserta inilah yang berhak presentasi di hadapan dewan juri.

Macam-macam usaha yang digeluti para mahasiswa itu. Mulai dari industri tahu, teknologi informasi, pertamanan, persewaan buku, ternak, sampai menyuplai kebutuhan orang hajatan. Dengan usaha dijalankan itu, rata-rata mereka mampu memenuhi kebutuhan dan biaya kuliah. "Yang saya lakukan ini pada awalnya hanya berupa keprihatinan. Tapi karena permintaan besar, saya akhirnya memberanikan diri menerjuni usaha ini," kata Rudianto, mahasiswa sastra UM. Rudianto kini menjalankan bisnis suplai kebutuhan orang hajatan. Untuk memperkuat jaringan usahanya, dia membuat UD Amanah Jaya. Melalui bendera itulah, mahasiswa semester VI UM ini, mampu menghidupi dirinya sendiri dan membiayai kuliahnya secara mandiri.
Strategi yang digunakannya cukup unik. Yakni dengan membangun komunikasi dengan para modin di desa. Para modin itu diajak kerja sama terkait informasi orang-orang yang akan melakukan hajatan. Baik itu menikahkan maupun mengkhitankan. "Kalau di desa, segala informasi soal orang hajatan kan ada di modin. Nah, makanya saya mengajak mereka kerja sama. Setelah itu saya tinggal menyuplai saja kebutuhan orang-orang akan menyelenggarakan hajatan itu," terangnya yang disambut aplaus hadirin yang memenuhi aula.

Berapa omzetnya? Rudianto yang juga nyambi guru SD ini mengaku bahwa omzetnya per bulan bisa mencapai Rp 20 juta. "Orang-orang juga bisa kredit lho. Soal harga kami jamin di bawah pasaran. Mulai dari harga telur, mrico, sampai beras," ujarnya yang lagi-lagi disambut aplaus hadirin. Lain Rudianto, lain pula Rudik Setiawan. Mahasiswa MIPA Unibraw ini cukup berani menanggung "malu" dengan membuka usaha industri tahu. Dengan modal seadanya, Rudik yang memberi merk tahunya RDS ini mampu meraup untung bersih Rp 6 juta per bulan. "Ke depan, saya akan mengembangkan usaha saya sampai besar. Memang saingannya berat, tapi dengan kemampuan manajemen dan pengetahuan saya, Insyaallah usaha saya akan makin maju," ujarnya merendah.

Di bidang IT (information and technology), para mahasiswa Malang juga patut diperhitungkan. Hanya dengan berusaha di bidang IT ini, banyak mahasiswa yang sukses menempuh pendidikan di kota ini. Di antara usaha IT yang digeluti itu adalah perdagangan komputer, pembuatan software, dan jasa pembuatan laboratorium. "Namun rata-rata mahasiswa yang menjalankan wirausaha, kuliahnya jadi terbengkalai. Ini yang menjadi catatan besar kami. Karena itu kategori young entrepreneur sejati yang kami cari adalah mampu mandiri tapi juga kuliahnya tidak keteteran. Jadi keduanya bisa berjalan seiring sejalan," kata Arif Wicaksono, salah satu juri.

Sumber: Jawapos, Radar Malang, 9 Mei 2005