Aula D-3 Sekretaris Unibraw Minggu pukul 09.00. Sejak pagi hingga siang, delapan belas mahasiswa bersama suporternya masing-masing tampak memenuhi ruangan. Ada yang sibuk menyiapkan bahan presentasi. Ada juga yang membawa sampel produk buatan mereka. Mulai dari tahu mentah dan goreng, desain grafis, sampai kaos dan celana jeans. Mereka pun tampak percaya diri dan mantap menjadi mahasiswa mandiri. Itulah suasana audisi 18 besar peserta Dji Sam Soe Young Entrepreneur Award 2005 hasil kerja bareng Dji Sam Soe, Radar Malang, dan BEM FIA Unibraw kemarin. Setelah melalui tahapan-tahapan verifikasi, dari 60-an peserta yang lolos administrasi, ke-18 peserta inilah yang berhak presentasi di hadapan dewan juri.
Macam-macam usaha yang digeluti para mahasiswa itu. Mulai dari industri tahu, teknologi informasi, pertamanan, persewaan buku, ternak, sampai menyuplai kebutuhan orang hajatan. Dengan usaha dijalankan itu, rata-rata mereka mampu memenuhi kebutuhan dan biaya kuliah. "Yang saya lakukan ini pada awalnya hanya berupa keprihatinan. Tapi karena permintaan besar, saya akhirnya memberanikan diri menerjuni usaha ini," kata Rudianto, mahasiswa sastra UM. Rudianto kini menjalankan bisnis suplai kebutuhan orang hajatan. Untuk memperkuat jaringan usahanya, dia membuat UD Amanah Jaya. Melalui bendera itulah, mahasiswa semester VI UM ini, mampu menghidupi dirinya sendiri dan membiayai kuliahnya secara mandiri.
Strategi yang digunakannya cukup unik. Yakni dengan membangun komunikasi dengan para modin di desa. Para modin itu diajak kerja sama terkait informasi orang-orang yang akan melakukan hajatan. Baik itu menikahkan maupun mengkhitankan. "Kalau di desa, segala informasi soal orang hajatan kan ada di modin. Nah, makanya saya mengajak mereka kerja sama. Setelah itu saya tinggal menyuplai saja kebutuhan orang-orang akan menyelenggarakan hajatan itu," terangnya yang disambut aplaus hadirin yang memenuhi aula.
Berapa omzetnya? Rudianto yang juga nyambi guru SD ini mengaku bahwa omzetnya per bulan bisa mencapai Rp 20 juta. "Orang-orang juga bisa kredit lho. Soal harga kami jamin di bawah pasaran. Mulai dari harga telur, mrico, sampai beras," ujarnya yang lagi-lagi disambut aplaus hadirin. Lain Rudianto, lain pula Rudik Setiawan. Mahasiswa MIPA Unibraw ini cukup berani menanggung "malu" dengan membuka usaha industri tahu. Dengan modal seadanya, Rudik yang memberi merk tahunya RDS ini mampu meraup untung bersih Rp 6 juta per bulan. "Ke depan, saya akan mengembangkan usaha saya sampai besar. Memang saingannya berat, tapi dengan kemampuan manajemen dan pengetahuan saya, Insyaallah usaha saya akan makin maju," ujarnya merendah.
Di bidang IT (information and technology), para mahasiswa Malang juga patut diperhitungkan. Hanya dengan berusaha di bidang IT ini, banyak mahasiswa yang sukses menempuh pendidikan di kota ini. Di antara usaha IT yang digeluti itu adalah perdagangan komputer, pembuatan software, dan jasa pembuatan laboratorium. "Namun rata-rata mahasiswa yang menjalankan wirausaha, kuliahnya jadi terbengkalai. Ini yang menjadi catatan besar kami. Karena itu kategori young entrepreneur sejati yang kami cari adalah mampu mandiri tapi juga kuliahnya tidak keteteran. Jadi keduanya bisa berjalan seiring sejalan," kata Arif Wicaksono, salah satu juri.
Sumber: Jawapos, Radar Malang, 9 Mei 2005
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar